Yakin Gagal Move On?
SKU | 16 Februari 2023 17:35 wib
Halo sobat SKU! Yuk baca artikel tentang Move On yang ditulis oleh Sindria Melani.Kamu juga ngerasain hal yang sama? Udah putus, tapi masih belum bisa nerima dan belum bisa ngelupain si dia?
Gapapa, itu wajar, kok! Karena ada 5 tahapan yang akan kita lalui sebelum benar-benar move on, lho!
1. Denial
Saat kamu menghindari kenyataan atau masih ga nyangka, ga nerima kalau kamu udah 'selesai' sama si doi. Tapi tenang, perasaan denial ini gaakan lama, kok! Sebentar lagi kamu pasti bisa nerima kalau cerita kalian udah selesai.
2. Anger
Saat kamu mulai menerima kenyataan itu, kamu mulai bertanya-tanya, 'Kenapa kita putus?' atau 'Dia jahat banget sama aku!'. Akhirnya, kamu malah frustrasi dan menyalahkan keadaan.
3. Bargaining
Setelah melalui tahap anger, terkadang kamu berdialog dengan diri sendiri, "Seandainya aku kemaren gak ngajak putus, gimana ya?" atau "Kalau kemaren aku lebih tegas mempertahankan hubungan ini, kita masih sama-sama, kan?"
Terkadang pada tahap ini kamu merasa bersalah dan ingin menebus kesalahanmu, kemudian berjanji melakukan hal baik terhadap pasanganmu di masa depan, seperti mengurangi ego, gak gampang ngambek, dan sebagainya.
4. Depression
Sering kali, secara ga sadar, kita ada di tahap depresi. Ngerasa ga ada yang bisa kita lakukan, tapi kita belum siap merelakan dia. Akhirnya kita jadi ga mood, suka nangis tengah malam, overthinking, males makan, playlist lagu jadi galau semua. Bener, 'kan?
It's okay. Meskipun banyak yang terjebak dalam tahap ini, kamu pasti bisa melewatinya kok!, karena kamu akan menemukan diri kamu dengan versi yg lebih baik!
5. Acceptance
Yap! Penerimaan. Ini tahap yang paling menenangkan. Kamu memilih berdamai dengan dirimu dan keadaan. Memilih untuk memeluk semua luka dan menjadikannya anak tangga untuk semakin maju. Tahap inilah kamu benar-benar move on. You lost him/her, but find yourself. Cheers!
See? Kamu ga gagal move on, kok! Cuma belum di tahap
Acceptance aja! It’s okay. And, you will pass it.
Ditulis oleh Sindria Melani,
Psikologi 2019
Konselor Sebaya Unand